Mobil Jarang Dipakai Belum Tentu Lebih Awet, Ini Penjelasannya

Ada beberapa dari Anda yang mungkin memiliki hobi untuk melakukan perbaikan mobil sendiri daripada membawanya ke bengkel. Saat ini, saat persiapan mudik seperti sekarang adalah waktu yang tepat untuk memeriksa kondisi mobil.

BACA JUGA: Rawat Shockbreaker Agar Tetap Bekerja Maksimal

Namun, mobil saat ini dilengkapi dengan sistem komputer terintegrasi yang membuat Anda sebagai pecinta perbaikan mobil sendiri memiliki ruang kerja yang terbatas.

Namun, jangan khawatir, masih ada beberapa bagian mobil yang dapat Anda periksa secara manual. Meskipun sederhana dan mudah, bagian-bagian ini memiliki peran yang sangat penting dalam mobil.

Anda dapat melakukan pemeriksaan ini setelah mencuci mobil pada akhir pekan. Berikut adalah daftar pemeriksaan yang dapat Anda lakukan sendiri.

 

  1. Oli mesin

Fungsi utama dari oli mesin adalah sebagai pelumas yang melindungi mesin dari gesekan antara komponen-komponen. Dengan demikian, mesin dapat beroperasi secara optimal dan memiliki daya tahan yang memadai terhadap kerusakan.

Selain itu, oli mesin juga memiliki tugas lain, yaitu membantu dalam menyerap dan menghilangkan panas yang dihasilkan oleh mesin serta mengangkat kotoran yang terbentuk akibat gesekan antara komponen-komponen mesin.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan volume oli mesin sesuai dengan takarannya dengan memeriksa melalui tongkat pengukur ketinggian oli mesin, juga dikenal sebagai dipstick. Jika volumenya berada di bawah batas maksimal, segera tambahkan oli sesuai kebutuhan.

Terkadang, karena kesibukan, Anda dapat lupa untuk mengganti oli mesin sehingga batas maksimalnya terlampaui. Padahal, seiring waktu, kinerja oli mesin akan menurun. Jika dibiarkan, maka kualitas oli mesin akan terganggu.

Kehilangan kemampuan dasar sebagai pelumas, oli yang sudah tidak berfungsi dengan baik dapat memberikan risiko kerusakan mesin mobil yang cepat. Bahkan, dalam kondisi terburuk, mesin mobil mungkin harus diperbaiki secara menyeluruh.

Namun, bukan berarti mobil yang jarang digunakan tidak berpotensi mengalami masalah. Hal ini terjadi karena komposisi kimia oli mesin akan berubah seiring berjalannya waktu. Akibatnya, performanya juga akan berubah dan tidak sesuai dengan kebutuhan.

Tidak hanya itu, terdapat risiko kontaminasi oleh uap air yang terbawa oleh udara. Jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, hal ini dapat menyebabkan karat pada ruang mesin. Oleh karena itu, segera lakukan pergantian oli mesin mobil Anda sebagai persiapan untuk mudik.

  1. Minyak rem

Periksa tingkat minyak rem di tabung penyimpanannya. Jika menurun, segera tambahkan minyak rem yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Penurunan tingkat minyak rem menunjukkan bahwa ketebalan kampas rem mulai berkurang, dengan catatan tidak ada kebocoran pada sistem rem.

Jika Anda menggunakan mobil dengan transmisi manual, biasanya ada tabung minyak kopling di sebelah tabung minyak rem. Periksa juga tingkat minyak kopling.

  1. Air aki

Banyak mobil modern saat ini telah beralih ke aki kering yang tidak memerlukan pengisian air aki secara rutin. Ada juga aki maintenance free (MF) yang masih membutuhkan air aki, namun sistemnya dirancang agar tertutup sehingga volume air tidak berkurang. Namun, ada beberapa indikator yang perlu Anda perhatikan agar aki MF tetap berfungsi optimal.

Di sisi lain, beberapa mobil masih menggunakan aki basah konvensional. Untuk tipe ini, periksa tingkat air aki secara berkala. Tambahkan jika air berkurang. Selain itu, bersihkan permukaan terminal aki dan pastikan tutup pengisiannya tidak mengalami pengapuran.

  1. Air radiator

Fungsi utama air radiator adalah untuk mendinginkan mesin mobil agar dapat bekerja dengan optimal. Jika air radiator habis, risikonya mesin mobil dapat mengalami kerusakan serius dan memerlukan perbaikan yang memakan waktu lama.

Oleh karena itu, penting untuk memeriksa kondisi air radiator secara teratur. Lakukan pemeriksaan ini di pagi hari sebelum mesin mobil dinyalakan. Hal ini juga berlaku untuk pemeriksaan tingkat oli mesin.

Buka tutup atas radiator dan perhatikan tingkat airnya. Periksa juga tabung penampung cadangan air radiator. Jika kurang, tambahkan air hingga mencapai batas atas. Namun, hindari mengisi air radiator melebihi batas atas karena dapat mengganggu sirkulasi air radiator.

  1. Air pembersih kaca

Meskipun fungsinya tidak sepenting dua cairan sebelumnya, air pembersih kaca atau yang biasa disebut air wiper tetap memiliki peran yang penting. Jangan pernah meremehkannya.

Cobalah untuk berjalan saat hujan ringan tetapi kaca mobil kotor. Dijamin visibilitas Anda akan terganggu. Di saat yang sama, Anda tidak dapat membersihkan kaca karena air wiper telah habis. Selain itu, terdapat risiko terjadinya goresan pada karet wiper.

  1. Minyak power steering

Dengan adanya teknologi Electric Power Steering (EPS), power steering hidrolis mulai terlupakan. Namun, masih banyak mobil yang menggunakan sistem hidrolis ini.

Seperti komponen lainnya, terdapat tabung cadangan untuk mengisi ulang minyak power steering. Pastikan mengisinya sesuai takaran yang ditentukan.

Perhatikan kemungkinan terjadinya kebocoran. Pompa power steering yang berada di bawah memiliki risiko memercikkan minyak ke knalpot. Sebagai cairan kimia, minyak power steering juga memiliki titik bakar rendah, sehingga mudah terbakar.

  1. Freon AC

Jangan meremehkan peran AC saat melakukan perjalanan mudik bersama keluarga. Di tengah cuaca panas yang terik, AC yang tidak dingin dapat membuat perjalanan tidak nyaman.

Anda dapat melakukan pemeriksaan melalui sight glass di ruang mesin. Nyalakan mesin dan AC. Pada saat mesin dalam keadaan idle, sight glass harus terlihat jernih. Namun saat mesin digas, mungkin akan muncul beberapa gelembung udara.

Apabila terdapat gelembung udara saat mesin dalam keadaan idle, itu menandakan bahwa jumlah freon berkurang. Selain itu, sebaiknya juga memeriksa sistem untuk kemungkinan adanya kebocoran.

  1. Oli transmisi otomatis

Oli transmisi otomatis tidak hanya berfungsi sebagai pelumas, tetapi juga merupakan bagian penting dari sistem yang menggerakkan transmisi dan memiliki dampak besar jika mengalami masalah.

Teknologi oli transmisi terus berkembang, sehingga dibutuhkan oli yang sesuai dengan kebutuhan sistem yang digunakan oleh mobil.

Karena seringkali waktu penggantian oli transmisi cukup lama, kita sering lupa untuk memeriksanya. Pastikan mesin telah menyala dan mencapai suhu kerja, kemudian matikan mesin dan periksa volume oli melalui dipstick.

Jika volume oli berkurang, tambahkan oli sesuai kebutuhan. Perlu diperhatikan bahwa pemeriksaan oli mesin harus dilakukan saat mesin dalam kondisi dingin, jadi pastikan untuk memeriksa oli mesin terlebih dahulu sebelumnya.

  1. Ban

Terlalu sering diabaikan, padahal memiliki peran yang sangat penting. Terutama saat liburan, mobil seringkali dipenuhi penumpang dan barang bawaan yang membuat tugas ban semakin berat.

Oleh karena itu, penting untuk memeriksa tekanan angin ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Sambil itu, lakukan pemeriksaan ringan terhadap kondisi fisik ban dan pelek.

Ban cadangan atau ban serep juga seringkali terlupakan, mirip seperti anak tiri. Terutama jika posisinya sulit dijangkau. Pastikan untuk mengisi angin pada ban serep agar siap digunakan saat dibutuhkan.

  1. Perlengkapan darurat

Salah satu hal yang harus ada dan lengkap adalah dongkrak dan kunci roda. Perbarui pengetahuan Anda tentang cara penggunaannya agar tidak kesulitan ketika harus mengganti ban.

Bengkel Kaki Mobil Kuningan

Selain peralatan teknis yang disediakan dalam mobil, sebaiknya Anda juga memiliki perangkat darurat lain seperti senter, kabel jumper, dan tali pengaman untuk derek. Sediakan juga cairan cadangan seperti minyak rem.

Alat-alat praktis seperti gunting dan selotip juga dapat dibawa. Siapa tahu akan berguna saat dibutuhkan.

Bengkel Kaki Mobil Arum Sari Bandung Terletak di :

LEAVE REPLY

Your email address will not be published. Required fields are marked *