Cara Jaga Ban Mobil Supaya Tidak Gampang Meletus di Jalan Tol

Berita telah menyebar bahwa ban mobil mudah panas dan meletus saat melintasi jalan tol, khususnya yang terbuat dari beton. Namun, fakta sebenarnya adalah ban mobil tidak akan meletus dengan mudah jika perawatannya dilakukan dengan benar.

BACA JUGA: Penting! Ini Alasan Anda Harus Rutin Melakukan Servis Berkala Mobil Kesayangan

Namun, meskipun demikian, kemungkinan ban mobil meletus masih ada dan tidak hanya karena suhu yang tinggi. Ban bisa rusak karena hal-hal seperti tertancap paku atau kondisi ban yang sudah tidak layak digunakan.

Sebab pertama lebih bergantung pada keberuntungan Anda di jalan, tetapi untuk sebab kedua, Anda dapat mengambil tindakan pencegahan dengan melakukan perawatan ban secara teratur, setidaknya sekali sebulan.

Jangan mengabaikan kondisi ban karena keselamatan hidup tergantung padanya. Di bawah ini, kami akan menjelaskan beberapa cara untuk merawat ban mobil Anda.

1. Periksa tekanan angin ban

 

Salah satu langkah yang paling mudah dilakukan namun sering kali terlupakan oleh pemilik mobil adalah memeriksa tekanan angin ban. Saat ini, banyak pom bensin yang menawarkan layanan pengisian tekanan angin ban.

Jika tekanan ban terlalu rendah, akan menyebabkan masalah besar karena dinding ban tidak akan berdiri kokoh seperti seharusnya. Bahkan jika terlalu kempis, akan terlihat menekuk.

Ketika ban dipakai secara konstan pada kecepatan tinggi di jalan tol, defleksi pada dinding ban akan lebih tinggi dari biasanya karena terlalu lentur, sehingga berisiko merusak anyaman kawat baja di dinding ban, dan berujung pada meletusnya ban.

Di sisi lain, ban dengan tekanan berlebih memang lebih aman dari risiko meletus, namun tetap saja bisa terjadi jika tapak ban sudah tipis bahkan habis, sehingga permukaan jalan langsung bertemu dengan anyaman baja di balik tapak ban.

2. Periksa kedalaman alur ban

Umumnya, kedalaman alur pada ban penumpang minimal sekitar 1,6 mm dan ditandai dengan tonjolan pada alur ban yang disebut Tread Wear Indicator (TWI).

Ban segera harus diganti jika tanda tersebut sudah sejajar dengan tinggi tapak ban. Ban yang aus atau bahkan tidak memiliki pola tapaknya memiliki risiko meletus karena bersentuhan langsung dengan permukaan jalan yang panas.

Letak TWI pada beberapa titik ban juga dapat memberikan gambaran tentang tingkat keausan ban. Jika keausannya tidak merata, dapat menunjukkan masalah pada sektor suspensi dan kemudi.

3. Periksa tutup pentil ban

Meskipun tampak sepele, menutup pentil ban memang tugas yang penting. Angin secara perlahan akan keluar melalui pentil jika tidak ditutup.

Jika Anda malas memeriksa pentil ban, lama kelamaan ban akan habis dan dapat menjadi malapetaka saat berkendara di jalan tol, berakhir dengan meletus.

4. Pelajari load index

Load index berkaitan dengan kemampuan setiap ban untuk menahan beban mobil yang di dalamnya, termasuk berat mobil, bobot penumpang, dan barang bawaan.

Daya angkut maksimum mobil terkait dengan load index dapat ditemukan di buku manual mobil. Lakukan perhitungan sederhana dan simpan di dalam laci dasbor agar dapat diingat dan dipelajari saat diperlukan.

Mengangkut beban yang berlebihan akan membuat suspensi bekerja lebih sulit dalam meredam getaran. Pada titik tertentu, dinding ban juga harus menangani tugas ini.

Akibatnya, mobil akan terasa seperti ban dengan tekanan angin yang kurang, menghasilkan rasa kurang nyaman dan sulit dikendalikan karena cenderung tidak stabil.

5. Rutin spooring dan balancing

Spooring berguna untuk mengatur keseimbangan roda pada mobil. Sistem suspensi yang baik dapat mengurangi beban pada ban dan memudahkan pengendalian mobil.

Di sisi lain, balancing berguna untuk menjaga stabilitas putaran ban pada pelek. Hal ini memastikan mobil tetap aman saat melaju dengan kecepatan tinggi tanpa perlu khawatir terhadap keadaan ban.

Kedua langkah tersebut dapat efektif mencegah ban dari bahaya pecah di jalan tol, karena mekanisme penggerak ban bekerja dengan baik sehingga ban tetap dapat bergerak dengan aman.

6. Rotasi ban

Disarankan untuk melakukan rotasi ban setiap 10.000 km sekali, yang merupakan bagian dari jangka waktu servis berkala untuk pemilik mobil Toyota.

Dengan melakukan rotasi ban, setiap ban akan mendapat tugas dan tanggung jawab yang sama sehingga harapannya tingkat keausan ban dapat merata.

Terlebih lagi, terdapat kecenderungan bahwa ban depan akan lebih cepat aus telapaknya karena menanggung beban paling besar saat mobil bergerak. Dengan melakukan rotasi ban, risiko meletusnya ban juga dapat ditekan.

Bengkel Kaki Mobil Kuningan

7. Periksa kondisi pelek

Jika terjadi sesuatu pada pelek, seperti bibir pelek pecah, ban mobil akan mengalami tekanan yang sangat berat. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada ban seperti dinding ban yang benjol atau robek.

Dinding ban yang benjol dapat meletus jika dikenai tekanan ekstrem pada kondisi berat seperti saat melaju di kecepatan tinggi di jalan tol yang berlapis beton. Jika ban sudah robek, segera ganti dengan ban baru untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Itulah beberapa cara untuk menjaga kondisi ban tetap baik.

Bengkel Kaki Mobil Arum Sari Bandung Terletak di :

Bengkel Arum Sari
-Cepat-Tepat-Bergaransi-

LEAVE REPLY

Your email address will not be published. Required fields are marked *